Minggu, 15 Januari 2012

LITOSFER


Penulis mengawali tulisan ini dengan bacaan bismillahirrahmaniraahim, semoga bermanfaat.
Berbicara mengenai litosfer ibarat manusia memakai baju, karena litosfer ini merupakan fenomena alam yang sering manusia lihat dan memanfaatkan, tanpa mempelajarinya. Menurut bahasa litosfer berasal dari bahasa Yunani, yakni Lithos berarti keras dan sphere yang yang berarti lapisan, sedangkan menurut istilah litosfer merupakan lapisan terluar bumi, bila dikaitkan dengan geografi maka litosfer ini merupakan fenomena alam yang terjadi pada bagian terluar lapisan bumi dan mampu mempengaruhi kehidupan manusia.
Seperti yang kita ketahui bahwa bagian terluar dari lapisan bumi dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni
1.      Kerak benua merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya, kerak benua ini mempunyai sifat tidak plastis/kaku, lebih tebal dan ringan. Kerak ini menempati sebagai benua.
2.      Kerak samudera merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit, kerak ini mempunyai sifat lebih plastis, tipis, tetapi lebih berat dari pada kerak benua. Kerak ini menempati dasar samudra.
Gambar 1. Pergerakan Kerak samudera dan kerak benua
Gambar 2. Zona Subduksi
Inilah alasan mengapa terjadi zona subduksi, Pada saat kerak samudera bertabrakan dengan kerak benua, maka kerak samudera yang berat melesak ke bawah kerak benua (lihat gambar 1 skema subduksi di bawah yang menunjukkan bagaimana oceanic crust atau kerak samudra menunjam ke bawah continental crust atau kerak benua).  Inilah yang terjadi di bagian selatan pulau Jawa dan barat pulau Sumatera. (lihat gambar 2). Penjelasan tentang akibat yang disebabkan oleh pergerakan lempeg akandi ulas akan datang.
Pada dasarnya bumi itu terdiri dari beberapa lapisan jika diurut dari paling dalam, yaitu:
1.      Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.
2.      Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.
3.      Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3. Litosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:
a.       Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaranrata-rata 35km.
b.      Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari padalapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .
Perhatikan gambar 3 struktur lapisan dibawah ini.
Gambar 3 Struktur Lapisan Bumi


Pernahkah kalian tahu batuan penyusun litosfer???
Ya….pada dasarnya batuan penyusun litosfer digolongkan menjadi 3, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Penentuan penggolongan ini di dasarkan pada berbagai hal, seperti prosesnya, lokasinya, dan tenaga pembentutnya. Jika dirunut dari awal, batuan terbentuk melalui siklus yang panjang dengan perubahan seca ra perlahan. Perhatikan gambar 4 siklus batuan berikut.
Gambar 4. Siklus batuan
Agar libih mudah memahami siklus batuan, penulis memulai penjelasannya dari magma.
1.                       Magma; batuan yang bersifat melting di dalam litosfer yang tidak stabil merangsek melalui celah
2.                       Kemudian mengalami pemadatan/pembekuan, jika magma membeku sebelum sampai di permukaan bumi, maka menjadi Batuan Beku dalam (intrusive ignous rock) dan jika pembekuannya di atas permukaan bumi dikenal dengan Batuan beku luar (ekstrusive ignous rock).
3.                       Kemudian batuan beku yang rusak, hancur, dan lapuk karena tenaga eksogen (hujan, perubahan cuaca, fenomena alam, dan lain sebagainya), terangkut serta diendapkan di wilayah lain, maka endapan batuan tersebut menjadi batuan sedimen.
4.                       Karena suhu,  tekanan dan gaya dalam waku yang lama batuan beku serta batuan sedimen berubah menjadi batuan perlihan/gabungan karena perubahannya cenderung amorf (tak beraturan/tak berbentuk), maka batuan ini dinamakan batuan metamorf.

Untuk mengetahui contoh batuan yang tersebar di bumi, maka penulis berbaik hati menjelaskan masing-masing batuan tersebut.
1.      Batuan beku (igneous rock)
Batuan berku berasal dari cairan magma yang membeku akibat mengalami pendinginan. Magma yang cair dan pijar berada di dalam bumi dan oleh kekuatan gas yang larut di dalamnya naik ke atas mencari tempat/lapisan yang lemah dalam kerak bumi seperti daerahpatahan/rekahan. Oleh karena itu, batuan beku di golongkan lagi menjadi 3, yaitu
a.      Batuan beku dalam (plutonik)
Batuan ini terbentuk jauh di dalam bumi (15-50 km), proses pendinginannya sangat lambat  karena dekat dengan astenosfer, sehingga seluruhnya terdiri atas Kristal-kristal.
Contohnya granit, gabro, granodiorit
b.      Batuan beku korok (hypabisal)
Batuan ini terbentuk pada celah/pipa gunung api, proses pendinginannya relative lebih cepat, sehingga batuannya terdiri atas Kristal tak sempurna dan bercampur dengan massa dasar yang membentuk struktur porfiritik.
Contohnya granit porifiri dan diorite porifiri
c.       Batuan beku luar (efusif)
Batuan ini tebentuk di (dekat ) permukaan bumi. Proses pendinginan sangat cepat sehingga tidak sempat membentuk Kristal. Struktur batuan ini dinamakan amorf.
Contohnya obsidian, riolit, batu apung
untuk mengetahui batuan beku buka link ini.
2.      Batuan sedimen
Batuan sedimen/endapan terbentuk oleh batuan beku yang tererosi (terkikis), kemudian mengalami proses pengangkutan lalu diendapkan di tempat lain:
a.       Batu sediman aeolis : batuan hasil proses pengangkutan oleh angin  contohnya tanah loss, sand dunes
b.      Batu sediman aquatis : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh air yang mengalir. Contoh : breksi, konglomerat, batu pasir
c.       Batu sediman glasial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh gletser atau es yang mengalir. Contohnya morena, drumlin
Jika dilihat dari tempat pengendapannya, batuan sedimen diklasifikasikan menjadi tiga:
a.       Batuansedimen laut (marine): diendapkan di laut. Contoh batu gamping, dolomite, napal
b.      Batuan sedimen darat (teristris/kontinen): proses pengendapan terjadi di darat. Misalkan endapan sungai (alluvium)endapan gurun, endapan danau, koluvum
c.       Batuan sedimen transisi : lokasi pembentukan terletak antara darat dan laut misalkan endapan delta dan endapan rawa-raw (limnis)
untuk mengetahui batuan sedimen silahkan buka link ini.
3.      Batuan metamorf
Batuan melihan (batu metamorf) meruapakan batuan yang mengalami perubahan bentuk dari betuk asalnya dari batuan yang sudah ada, baik dari batuan beku, sedimen, ataupun batuan metamorf yang lain. Perubahan ini dapat terjadi karena bermacam-macam antara lain:
a.      Suhu tinggi
Suhu yang berasal dari magma menyebabkan pemanasan batuan yang ada disekitar dapur magma, sehingga batuan mengalami metamorfosa yang disebut metamorfosa kontak.
Contoh marmer dari batuan kapur dan antrasit dari batu bara
b.      Tekanan tinggi
Tekanantinggi dapat berasal dari gas yang berasal dari magma atau tekanan geologis , sehingga merubah bentuk batuan yang sudah ada menjadi batuan yang lain yang lebih dikenal batuan metamorf dinamo. Contoh batu pasir berasal dari pasir.
c.       Tekanan dan suhu
Tekanan dan suhu terjadi jika ada gerak distropisme berupa patahan dan lipatan waktu pembentukan benua, pegunungan, dan pembentukan landform yang lain. Batuan ini lebih sering dikenal metamorf Pneumotilis kontak. Contoh :batu asbak, shicst, dan shale.
untuk mengetahui batuan metemorf buka link berkut.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa Lithosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi.  Litosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer.  Selanjutnya lithosfer bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari lithosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas,  batu bara, besi, nikel dan timah.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Glendale Community College Earth Science Image Archive. (Online), (http://www.gc.maricopa.edu/earthsci/imagearchive/rocks.htm) di akses 16 Januari 2012.
_______. 2012. Glendale Community College Earth Science Image Archive. (Online), (http://www.gc.maricopa.edu/earthsci/imagearchive/igenous.htm) di akses 16 Januari 2012
_______. 2012. Glendale Community College Earth Science Image Archive. (Online), (http://www.gc.maricopa.edu/earthsci/imagearchive/sedimentary.htm) di akses 16 Januari 2012.
_______. 2012. Glendale Community College Earth Science Image Archive. (Online), (http://www.gc.maricopa.edu/earthsci/imagearchive/metamorphic.htm) di akses 16 Januari 2012.

Anonim. 2012. Jenis-jenis batuan 7.1. (Online), (http://www.crayonpedia.org/mw/Jenis-jenis_batuan_7.1) di akses 16 Januari 2012.

Mulyo, A. 2004. Pengantar Ilmu kebumian. Bandung: Pustaka Setia
Wardiyatmoko, K. 2004. Geografi SMA , Jakarta : Erlangga.

Agar pemahaman kalian tentang litosfer, coba kerjakan  TUGAS berikut
Dikumpulkan Hari Sabtu jam ke 3 di guru piket.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar